TERBUKA UNTUK SEMUA KRITIK

Selasa, 31 Januari 2017

Apa Itu Al-Qurãn?


Bagi saya, pertama, Al-Qurãn adalah taqdîr (تقدير) - dalam arti ukuran; batasan; ketentuan; timbangan, dan sebagainya, tentang baik dan buruknya nilai kehidupaan – menurut Allah. Dengan demikian, dengan turunnya Al-Quran, tidak ada peluang bagi perbantahan tentang apa itu takdir! Dengan kata lain, perdebatan tentang apa itu takdir sudah  selayaknya selesai bila semua mau kembali kepada (merujuk) Al-Quran!
Kedua, Al-Qurãn adalah sebuah “gagasan” (ide) pilihan (alternatif) untuk kehidupan berbudaya. Bisa juga dikatakan bahwa Al-Qurãn adalah sebuah “isme” (paham; ajaran) seperti isme-isme yang lain. Bedanya, sebagai isme, Al-Qurãn bersumber dari Allah.
Meningkat lebih jauh, saya juga memahami Al-Qurãn sebagai sebuah disiplin ilmu, yang terbangun secara metodis, sistematis, analitis, sehingga menjadi objektif (benar secara asas-asas ilmiah). Karenanya, Al-Qurãn pun harus dikaji dan dipahami secara ilmiah. Dengan demikian, bagi saya, Al-Qurãn bukan hanya sebuah objek kepercayaan dari segolongan orang yang menganggapnya suci dan memujanya secara membuta. Sebagaimana kata Ali bin Abu Talib – konon - Al-Qurãn adalah sebuah literature ilmiah yang harus dibiarkan berbicara tentang dirinya sendiri (isthantiqil-Qurãna!).
Al-Qurãn hadir di tengah ‘kitab-kitab’ yang dianggap besar dan suci untuk diperlakukan secara sama, oleh naluri kejujuran ilmiah manusia. Bahkan Al-Qurãn siap diuji untuk diuji sampai sedetail-detailnya. Siap dikupas sampai tuntas!
Dari dulu sampai kapan pun Al-Qurãn adalah kitab yang terbuka untuk berbagai kerja pembedahan, selagi pembedahannya dilakukan dengan nurani yang penuh kejujuran.

Bekasi,

31 Januari 2017, 2:43 WIB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar