*Anda tak usah terlalu berharap atas kejituannya, dan juga tak perlu khawatir bahwa ia (terjemahan tersebut) bakal merusak Al-Quran aslinya!
Buku kecil di tangan anda ini bukan Al-Qurãn,
karena Al-Qurãn (tertulis) dalam bahasa Arab, terpelihara seperti
dijanjikan Allah SWT, sejak 14 abad lalu. “Al-Qurãn tidak bisa diterjemahkan.
Itulah keyakinan para syaikh kuno dan (sebagian) penulis masa kini.” Demikian
tulis Muhammad Marmaduke Pikthall pada tahun 1930 dalam pengantar terjemahan Al-Qurãn
karyanya yang berjudul The Meaning of the Glorious Qur’an, terjemahan Al-Qurãn
pertama berbahasa Inggris, yang dikerjakan seorang Inggris yang Muslim.
Al-Qurãn adalah ‘pesan’ (message) dari Tuhan Yang
Mahakuasa untuk semua manusia. Kekurang-tahuan atas bahasa Arab hendaknya tidak
menjadi hambatan bagi siapa pun untuk memahami pesan Al-Qurãn.
(Keyakinan) inilah yang mendorong lahirnya terjemahan dalam berbagai bahasa,
yang dikerjakan para sarjana, baik muslim maupun non-muslim. Dalam bahasa
Inggris sendiri sudah ada lebih dari 50 versi terjemahan. Terbanyak
dipergunakan dalam bahasa dunia ini adalah karya ‘Abdullah Yusuf ‘Ali, The
Holy Qur’an, Traslation and Commetary, yang terbit pertama kali tahun 1938,
sebuah karya besar yang mencakup 2000 halaman, dank arena itu sulit untuk
ditenteng ke mana-mana.
Tujuan (penerbitan) edisi saku ini adalah demi membantu para
pembaca berbahasa Inggris , yang tidak akrab dengan bahasa Arab; sebuah buku
yang cukup kecil, yang mudah dibawa-bawa, yang bisa dipelajari di sembarang
waktu, yang tidak memungkinan untuk membawa edisi aslinya yang begitu besar
(tebal). Singkatnya, edisi kecil ini bisa ditaruh di saku, bakal menjadi – in
syãAllah(u)
– teman seumur hidup di berbagai tempat dan kesempatan. Demi tujuan tersebut,
kami harus membatasi untuk hanya mengambil terjemahannya, dan hanya mengambil
terjemahan ‘Abdullah Yusuf ‘Ali, tanpa teks bahasa Arab dan tafsirnya yang
sangat luas. Harap dicatat bahwa judul-judul yang diberikan dalam terjemahan
ini – di bawah judul-judul surat – bukanlah bagian dari Al-Qurãn,
tapi hanya disisipkan untuk menyimpulkan isi setiap bagian pembahasan. Demikain
juga indeks yang luas disertakan di sini demi membantu pembaca untuk menemukan
ayat yang berkenaan dengan masalah-masalah khusus.
Akhirnya, harus kami tegaskan lagi bahwa terjemahan ini –
dalam hal terjemahan setiap makna dalam Al-Qurãn – hanyalah usaha untuk
mempersembahkan makna Al-Qurãn dalam bahasa Inggris. Terjemahan ini
bukan padanan bagi Al-Qurãn yang asli, yang susunan kalimat dan nadanya mampu membuat orang manangis dan ‘mabuk’
(terpesona). Kami harap edisi ini akan mengilhami pembaca untuk menekuni dan
menggali lebih luas kekayaan Al-Qurãn, yang terjemahannya sudah muncul
dalam berbagai bahasa tahun demi tahun.
Islamic Book Trust
Kuala Lumpur
Juni 2007.
***Terjemahan dari kata pengantar untuk The Meaning of The Holy Qur'an, edisi saku karya Abdullah Yusuf Ali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar