TERBUKA UNTUK SEMUA KRITIK

Sabtu, 11 Februari 2017

Surat Al-Baqarah ayat 38-46

38. Kami tegaskan (lagi), “Keluarlah kalian dari situ (Jannah) semua!” (kalau mau). Tapi (bila kalian menyesal), nanti pasti pasti bakal datang petunjuk dariKu. Siapa yang mengikuti petunjukKu, maka mereka tidak akan merasakan hidup yang penuh ketakutan dan duka cita.

39.Sebaliknya orang-orang kafir, yakni mereka yang melecehkan ayat-ayat Kami, merekalah para ahli (pembangun) neraka (dunia-akhirat), dan mereka menjadi para pelestarinya.
40. Hai, Bani Israil!  Sadarilah  oleh kalian ni’matKu (ajaranKU) yang telah Kukaruniakan kepada kalian, yakni tunaikanlah perjanjian kalian terhadapKu, yaitu bahwa kalian hanya akan takut (patuh) kepadaKu.
41. Yaitu berimanlah kalian dengan yang Aku turunkan – Al-Qurãn, (sebagai) pengukuh kebenaran pegangan kalian. Yakni janganlah kalian (malah) menjadi orang-orang yang kafir paling dulu. Janganlah kalian ‘tukar guling’ (barter) ayat-ayatKu dengan (konsep lain) yang murahan. Sebaliknya peliharalah sesuai perintahku.
42. Janganlah kalian ramu (konsep) yang benar dengan (konsep) yang batil, yakni kalian melebur kebenaran dalam kebatilan secara sadar (sengaja).
43. (sebaliknya) kalian tegakkanlah harapan hidup dengannya (shalat), dan tumbuhkan kehidupan bersih (zakat), yakni hidup merunduk-patuhlah kalian bersama orang-orang yang merunduk-patuh.
44. Apakah kalian akan selalu menyuruh orang lain beriman[1] sambil mengabaikan diri kalian sendiri, seraya kalian membacakan Al-Kitab? Apakah kalian tidak berotak?
45. (Seharusnya) kalian gantungkanlah harapan dengan teguh bertahan (sabar) seraya terus menghidupkan harapan untuk hidup – dengan ajaran Allah (shalat). Tapi ini memang sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
46. (yaitu) orang-orang yang bersangka baik (optimis) bahwa mereka (bisa menjadi) para pewujud (ajaran) Pembimbing mereka, selagi mereka benar-benar menjadi para perujuk kepadanya.





[1] Lihat surat Al-Baqarah ayat 177. Istilah al-birru di situ jelas ditujukan sebagai sebutan “orang beriman” (man amana). Jadi di sini al-birru tidak diterjemahkan harfiah sebagai kebajikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar