86. Merekalah orang-orang yang telah membarter
kehidupan dunia (remeh) dengan akhirat (agung). Sehingga azab mereka tak akan
bisa diringankan. Yakni tak akan bisa ditolong dengan apa pun (dan siapa pun).
87. Sungguh
telah Kami datangkan kepada Musa Al-Kitab, kemudian Kami susulkan setelahnya
dengan para rasul lain, antara lain Kami datangkan Isa Ibnu Maryam dengan
membawa Al-Bayyinat, yakni Kami kuatkan dia dengan Ruhul-Qudus. (Tapi semua
kalian tolak). Apakah setiap datang kepada kalian seorang rasul yang tidak
sesuai selera kalian lantas kalian bersikap takabur, sehingga sebagin dari
mereka kalian sangkal dan sebaian lainnya kalian bunuh?
88. Mereka mengatakan, “Hati kami tertutup!”[1] (Camkan, Muhammad!) Bahkan lebih dari itu!
Allah telah melaknat mereka karena kekafiran mereka, sehingga hanya sedikit di
antara mereka yang mau beriman.
89. Apalagi ketika
datang kepada mereka sebuah Kitab dari Allah (melallui Muhammad) sebagai
penguat terhadap apa yang ada pada mereka, sedangkan sebelumnya mereka memohon
kemenanangan atas kaum kafir, tapi setelah datang kepada mereka apa yang sudah
mereka kenal,[2]
maka mereka pun mengkafirinya. Maka (pantas) laknat Allah menimpa orang-orang
kafir itu.
90. Jelek sekali cara mereka mengorbankan diri (untuk
neraka) demi menolak apa yang diajarkan Allah, semata-mata demi pembangkangan
karena mereka kesal Allah memberikan karuniaNya melalui orang yang
dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya.[3]
Dengan demikian, mereka menderita (akibat) kemurkaan demi kemurkaan. Yakni
memang selayaknyalah orang-orang kafir menanggung azab yang menghinakan.
91. Yaitu ketika diperintahkan kepadfa meereka,
“Berimanlah dengan yang Dia ajarkan (kepada Muhammad ini)!” (Mereka menjawab),
“Kami (hanya) akan beriman kepada yang diajarkan kepada kami!” Yakni mereka
pasti menolak (ajaran) setelahnya, meskipun itu Kebenaran yang menguatkan apa
yang ada pada mereka. Tanyakan (Muhammad), “Kalau memang begitu, mengapa kalian
terus berusaha membunuh para nabi (da’i)
Allah dahulu, bila kalian beriman (mengikuti mereka)?
92. Bahkan telah dihadirkan kepada kalian Musa dengan
Al-Bayyinãt
(Taurat; ajaran yang gamblang tak terbantahkan), (tapi) kemudian kalian
menganut model kehidupan saling peras dengan mengabaikan itu, yakni kalian
malah berbuat zhalim.
93. Karena sikap demikian itu, Kami cabut perjanjian
dengan kalian, yang berdampak seolah-olah Kami menindihkan Bukit Thur dalam
kehidupan kalian (sangat berat). (Kami ingatkan lagi), “Genggamlah apa yang
Kami sampaikan kepada kalian dengan sekuat daya! Yakni simaklah (dengan benar).
(Kalian malah mengejek), “Kami dulu telah menyimaknya, kemudian kami
mencampakkannya!” Demikianlah jiwa mereka telah dicekoki model kehidupan ‘anak
sapi’ (cenderung menghisap) yang menjiwai kekafiran mereka. “Alangkah jeleknya
(pengaruh) yang mendorong kalian untuk membentuk iman kalian; bila kalian
orang-orang yang memahami iman!
94. Tanyakan kepada mereka, “Bila (konsep) kehidupan
mutakhir menurut Allah telah kalian jalankan dengan tulus, tidak oleh orang
lain, maka jadilah kalian pejuang-pejuang yang berani mati; bila kalian jujur.
95. Sayang, mereka tak akan pernah berani mati selamanya.
Karena tangan-tangan mereka dari dulu (membuat kerusakan). Demikian Allah tahu
persis (dan memberi tahu, melalui Al-Qurãn ini) perilaku orang-orang zalim.
96. Sebaliknya kamu (Muhammad) sungguh bakal mendapati
mereka (Yahudi) sebagai orang-orang yang paling ‘cinta hidup’.[4]
Bahkan melebihi kaum musyrik (tak kenal Allah berikut ajaraNya)! Begitu
cintanya mereka (pada kehidupan dunia), sampai-sampai ada yang ingin diberi
umur 1000 tahun![5]
Padahal (panjang umur) itu tak akan menjauhkan mereka dari azab. Karena Allah
mahaawas terhadap perilaku (jahat) yang terus mereka lakuka.
[1]
Ini adalah sikap berlagak jujur, tapi sebenarnya merupakan penolakan yang
disertai penghinaan.
[2]
Lihat S. Al-Baqarah ayat 146.
[3]
Sebenarnya karunia (ajaran) Allah adalah untuk siapa saja yang mau. Tapi
pemilihan rasul adalah mutlak merupakan hak istimewa Allah, sebagaimana Dia
juga dulu pernah memlih Musa, salah satu rasul dari kalangan mereka (Yahudi).
Lihat S. Thaha ayat 13,
[4]
Dalam istilah hadis, mereka adalah orang yang cinta dunia, sekaligus takut
mati.
[5] Ingat
penyair kita, Khairil Anwar, yang mengatakan, “Aku ingin hidup seribu tahun
lagi”, tapi kemudian ia mati dalam usia 27 tahun.

Assalamu'alaikum kang, gimana kabarnya ? saya mohon maaf kalau sikap yang kemarin malah membuat hubungan kita jadi renggang, mudah-mudahan kita masih bisa saling bersilaturahim :)
BalasHapus